Lewati ke konten
Kamus Bisnis

Kamus Keuangan Bisnis
dijelaskan Seperti Bicara dengan Teman

Tidak perlu jadi akuntan untuk paham keuangan bisnis. Kamus ini menjelaskan setiap istilah dengan bahasa sehari-hari, contoh nyata, dan konteks yang relevan untuk bisnis Anda.

Akuntansi & Laporan Keuangan

Akuntansi

Proses mencatat, mengklasifikasikan, mengikhtisarkan, dan melaporkan transaksi keuangan bisnis. Tujuannya adalah menyediakan informasi keuangan yang akurat untuk pengambilan keputusan.

Contoh Praktis

Setiap kali ada penjualan, akuntansi mencatatnya sebagai pendapatan dan menghubungkannya dengan piutang atau kas.

Jurnal Umum

Buku catatan kronologis yang merekam setiap transaksi keuangan dengan format debit dan kredit. Ini adalah langkah pertama dalam siklus akuntansi.

Contoh Praktis

Saat Anda membeli perlengkapan kantor seharga Rp 500.000 tunai, jurnal umum mencatat: Debit Perlengkapan Rp 500.000, Kredit Kas Rp 500.000.

Buku Besar (General Ledger)

Kumpulan seluruh akun yang digunakan dalam pencatatan transaksi keuangan. Setiap akun (kas, piutang, utang, dll) memiliki halaman tersendiri di buku besar.

Contoh Praktis

Jika Anda ingin tahu total kas perusahaan saat ini, Anda tinggal melihat saldo akun Kas di buku besar.

Neraca Saldo (Trial Balance)

Daftar semua akun buku besar beserta saldo debit atau kreditnya pada saat tertentu. Digunakan untuk memverifikasi bahwa total debit sama dengan total kredit.

Contoh Praktis

Di akhir bulan, Anda mencetak neraca saldo. Jika total debit Rp 500 juta dan total kredit juga Rp 500 juta, berarti pencatatan sudah seimbang.

Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Laporan yang menunjukkan pendapatan, beban, dan laba atau rugi bersih selama periode tertentu (biasanya sebulan atau setahun). Juga disebut Profit & Loss (P&L).

Contoh Praktis

Pendapatan Rp 100 juta dikurangi HPP Rp 60 juta dikurangi beban operasional Rp 30 juta = Laba bersih Rp 10 juta.

Neraca (Balance Sheet)

Laporan yang menunjukkan posisi keuangan pada tanggal tertentu: aset (harta), kewajiban (utang), dan ekuitas (modal). Rumus dasar: Aset = Kewajiban + Ekuitas.

Contoh Praktis

Perusahaan punya aset Rp 500 juta, utang Rp 200 juta, maka ekuitasnya Rp 300 juta.

Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Laporan yang menunjukkan pergerakan uang masuk dan keluar selama periode tertentu, dibagi menjadi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Contoh Praktis

Meskipun laba rugi menunjukkan untung, arus kas bisa negatif jika pelanggan belum membayar tagihannya.

Chart of Accounts (COA)

Daftar terstruktur semua akun yang digunakan dalam sistem akuntansi perusahaan. Setiap akun punya kode unik dan dikategorikan sebagai aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, atau beban.

Contoh Praktis

1000 - Kas, 1100 - Bank, 1200 - Piutang Usaha, 2000 - Utang Usaha, 3000 - Modal, 4000 - Pendapatan, 5000 - Beban.

PSAK

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan — aturan akuntansi yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Semua laporan keuangan di Indonesia harus mengacu pada PSAK.

Contoh Praktis

PSAK 1 mengatur penyajian laporan keuangan, PSAK 23 tentang pendapatan, PSAK 72 tentang kontrak dengan pelanggan.

Debit & Kredit

Dua sisi dalam pencatatan akuntansi berpasangan. Debit menambah aset/beban dan mengurangi kewajiban/pendapatan. Kredit kebalikannya. Setiap transaksi harus punya debit dan kredit yang sama.

Contoh Praktis

Terima kas Rp 1 juta: Debit Kas (+), Kredit Pendapatan (+). Total debit = total kredit.

Harga Pokok Penjualan (HPP/COGS)

Total biaya langsung untuk memproduksi atau membeli barang yang dijual. Termasuk bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.

Contoh Praktis

Anda beli barang seharga Rp 80.000 dan menjualnya Rp 100.000. HPP-nya Rp 80.000, laba kotornya Rp 20.000.

Piutang Usaha (Accounts Receivable)

Uang yang belum dibayar oleh pelanggan atas barang atau jasa yang sudah Anda berikan. Termasuk aset di neraca.

Contoh Praktis

Anda menjual barang secara kredit Rp 5 juta. Sampai pelanggan membayar, Rp 5 juta tercatat sebagai piutang usaha.

Utang Usaha (Accounts Payable)

Uang yang belum Anda bayar ke supplier atas barang atau jasa yang sudah diterima. Termasuk kewajiban di neraca.

Contoh Praktis

Anda menerima bahan baku dari supplier senilai Rp 10 juta dengan tempo 30 hari. Selama belum dibayar, tercatat sebagai utang usaha.

Depresiasi (Penyusutan)

Pengalokasian biaya aset tetap (kendaraan, mesin, gedung) secara bertahap selama masa manfaatnya. Bukan pengeluaran kas, tapi mengurangi laba.

Contoh Praktis

Anda beli mobil Rp 300 juta, masa manfaat 5 tahun. Depresiasi per tahun = Rp 60 juta (metode garis lurus).

Akuntansi Akrual vs Kas

Akrual: pendapatan/beban dicatat saat terjadi, bukan saat uang diterima/dibayar. Kas: dicatat saat uang benar-benar berpindah tangan. PSAK mengharuskan akrual.

Contoh Praktis

Anda kirim invoice Desember, dibayar Januari. Di akuntansi akrual, pendapatan tercatat di Desember (saat terjadi).

Pajak Indonesia

PPh 21

Pajak Penghasilan Pasal 21 — pajak yang dipotong dari penghasilan karyawan (gaji, tunjangan, bonus). Penghitungannya menggunakan tarif progresif setelah dikurangi PTKP.

Contoh Praktis

Gaji karyawan Rp 10 juta/bulan, PTKP Rp 54 juta/tahun. Penghasilan kena pajak = (Rp 10jt x 12) - Rp 54jt = Rp 66jt. PPh 21 dihitung dari Rp 66jt dengan tarif 5-30%.

PTKP

Penghasilan Tidak Kena Pajak — batas penghasilan yang tidak dikenai pajak. Tergantung status perkawinan dan jumlah tanggungan.

Contoh Praktis

PTKP TK/0 = Rp 54 juta/tahun, K/0 = Rp 58,5 juta, K/1 = Rp 63 juta, dst. Setiap tanggungan menambah Rp 4,5 juta.

PPN (Pajak Pertambahan Nilai)

Pajak atas konsumsi barang dan jasa yang dikenakan pada setiap tahap produksi dan distribusi. Tarif umum 11% (naik dari 10% per April 2022).

Contoh Praktis

Anda menjual produk Rp 100.000 + PPN 11% = Rp 111.000. Rp 11.000 disetor ke negara. Tapi Anda bisa mengkreditkan PPN masukan dari pembelian bahan baku.

PPN Masukan & Keluaran

PPN Masukan: PPN yang Anda bayar saat membeli barang/jasa untuk bisnis. PPN Keluaran: PPN yang Anda tagih ke pelanggan. Selisihnya disetor atau dikreditkan.

Contoh Praktis

PPN Keluaran Rp 11 juta (dari penjualan) - PPN Masukan Rp 7,7 juta (dari pembelian) = Rp 3,3 juta disetor ke negara.

PPh 23

Pajak yang dipotong atas penghasilan dari jasa (bukan karyawan) dan sewa. Tarif 2% dari bruto untuk jasa, 2% untuk sewa selain tanah/bangunan.

Contoh Praktis

Anda membayar konsultan Rp 10 juta. PPh 23 yang dipotong = 2% x Rp 10 juta = Rp 200.000. Konsultan menerima Rp 9,8 juta.

Faktur Pajak

Bukti pungut PPN yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP). Harus dibuat saat penyerahan BKP/JKP. Formatnya diatur oleh DJP.

Contoh Praktis

Setiap kali Anda menjual produk ke sesama PKP, Anda wajib menerbitkan faktur pajak sebagai bukti PPN yang dipungut.

e-Faktur

Sistem elektronik dari DJP untuk membuat, melaporkan, dan memvalidasi faktur pajak. PKP wajib menggunakan e-Faktur sejak 2015.

Contoh Praktis

Anda login ke aplikasi e-Faktur DJP, input data transaksi, sistem generate faktur pajak dan langsung terlapor ke DJP.

SPT (Surat Pemberitahuan)

Formulir yang digunakan untuk melaporkan perhitungan dan pembayaran pajak. Ada SPT Masa (bulanan) dan SPT Tahunan.

Contoh Praktis

SPT Masa PPh 21 dilaporkan setiap bulan. SPT Tahunan badan dilaporkan paling lambat 4 bulan setelah akhir tahun pajak.

NPWP

Nomor Pokok Wajib Pajak — nomor identitas untuk keperluan perpajakan. Wajib dimiliki oleh orang pribadi dan badan usaha yang memenuhi syarat.

Contoh Praktis

Untuk membuka rekening bank atas nama perusahaan, biasanya diminta NPWP. Untuk karyawan, NPWP dibutuhkan agar tarif PPh 21 tidak kena tarif lebih tinggi (20% non-NPWP).

Tax Amnesty (Pengampunan Pajak)

Program pemerintah yang memberikan penghapusan sanksi pajak bagi Wajib Pajak yang melaporkan harta yang belum dilaporkan. Program terakhir: Tax Amnesty 2022 (UU HPP).

Contoh Praktis

Anda punya aset yang belum dilaporkan di SPT. Melalui program tax amnesty, Anda bisa melaporkannya dengan tarif tebusan yang lebih rendah dari sanksi normal.

Payroll & HR

Payroll

Proses penghitungan dan pembayaran gaji karyawan, termasuk tunjangan, potongan, dan pajak. Meliputi perhitungan PPh 21, BPJS, dan komponen lainnya.

Contoh Praktis

Setiap akhir bulan, tim HR menjalankan payroll: menghitung gaji pokok + tunjangan - potongan BPJS - PPh 21 = gaji bersih yang ditransfer ke rekening karyawan.

BPJS Kesehatan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan — program jaminan kesehatan nasional. Iuran: 5% dari gaji (4% ditanggung perusahaan, 1% karyawan) untuk kelas rawat inap standar.

Contoh Praktis

Gaji karyawan Rp 8 juta. Iuran BPJS Kesehatan = 5% x Rp 8 juta = Rp 400.000 (Rp 320.000 perusahaan, Rp 80.000 karyawan).

BPJS Ketenagakerjaan

Program jaminan sosial untuk tenaga kerja, meliputi: JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja), JKM (Jaminan Kematian), JHT (Jaminan Hari Tua), dan JP (Jaminan Pensiun).

Contoh Praktis

Iuran JHT: 5,7% (3,7% perusahaan + 2% karyawan). Iuran JP: 3% (2% perusahaan + 1% karyawan). Total BPJS Ketenagakerjaan bervariasi sesuai program.

Slip Gaji

Dokumen rincian penghasilan karyawan per periode, mencakup gaji pokok, tunjangan, potongan (BPJS, PPh 21, pinjaman), dan gaji bersih (take-home pay).

Contoh Praktis

Slip gaji menunjukkan: Gaji Pokok Rp 8jt + Tunjangan Rp 2jt - BPJS Rp 400rb - PPh 21 Rp 350rb - Pinjaman Rp 200rb = Take-home Pay Rp 9,05jt.

THR (Tunjangan Hari Raya)

Penghasilan non-reguler yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja menjelang hari raya keagamaan. Besarannya proporsional dengan masa kerja.

Contoh Praktis

Karyawan dengan masa kerja 1 tahun mendapat THR 1 bulan gaji. Karyawan 6 bulan mendapat proporsional (6/12 x gaji). Wajib dibayar H-7 hari raya.

Uang Lembur

Penghasilan atas kerja di luar jam kerja normal (8 jam/hari, 40 jam/minggu). Dihitung berdasarkan upah per jam dengan tarif progresif sesuai PP 35/2021.

Contoh Praktis

Lembur hari kerja: 1 jam pertama = 1,5x upah/jam, jam berikutnya = 2x upah/jam. Lembur hari libur: 2x upah/jam untuk 8 jam pertama.

Point of Sale (POS)

POS (Point of Sale)

Sistem tempat transaksi penjualan terjadi — bisa berupa mesin kasir fisik atau aplikasi di tablet/HP. Mencatat penjualan, mengelola stok, dan mencetak struk.

Contoh Praktis

Pelanggan beli 3 item, kasir scan barcode, sistem hitung total + pajak, pelanggan bayar dengan QRIS, struk tercetak otomatis, stok berkurang.

Barcode Scanner

Alat yang membaca kode batang (barcode) pada produk untuk identifikasi otomatis. Mengurangi kesalahan input dan mempercepat proses checkout.

Contoh Praktis

Kasir scan barcode pada produk, sistem otomatis menampilkan nama produk, harga, dan mengurangi stok. Tidak perlu ketik manual.

Receipt / Struk

Bukti transaksi yang dicetak untuk pelanggan, berisi detail pembelian (item, jumlah, harga, total, pajak, metode pembayaran, kembalian).

Contoh Praktis

Setelah transaksi selesai, printer thermal mencetak struk: 3x Produk A @ Rp 50.000 = Rp 150.000, PPN Rp 16.500, Total Rp 166.500, Bayar QRIS.

Inventory / Persediaan

Stok barang yang dimiliki untuk dijual atau digunakan dalam produksi. Manajemen inventory yang baik mencegah kehabisan stok dan overstock.

Contoh Praktis

Sistem POS menunjukkan Produk A: stok 50 unit, minimum 10 unit. Saat stok mencapai 10, sistem memberi alert untuk reorder.

Void & Refund

Void: membatalkan item atau transaksi sebelum pembayaran. Refund: mengembalikan uang setelah pembayaran dilakukan. Keduanya tercatat di log untuk audit.

Contoh Praktis

Kasir salah input 2 item → void sebelum bayar. Pelanggan return barang setelah beli → refund, barang masuk kembali ke stok.

Multi-Payment

Kemampuan sistem POS untuk menerima berbagai metode pembayaran: tunai, kartu debit/kredit, QRIS, e-wallet (GoPay, OVO, DANA), dan transfer bank.

Contoh Praktis

Total belanja Rp 250.000. Pelanggan bayar Rp 150.000 tunai + Rp 100.000 via GoPay. Sistem mencatat kedua metode dalam satu transaksi.

Bisnis & Keuangan Umum

Cash Flow (Arus Kas)

Pergerakan uang masuk dan keluar dari bisnis. Positive cash flow berarti lebih banyak uang masuk daripada keluar. Ini lebih penting dari laba di atas kertas.

Contoh Praktis

Bisnis Anda laba Rp 50 juta di laporan, tapi cash flow negatif karena pelanggan bayar tempo 90 hari. Anda bisa untung tapi kehabisan uang tunai.

Margin (Laba Kotor)

Selisih antara harga jual dan HPP, dinyatakan dalam persentase. Menunjukkan seberapa efisien bisnis menghasilkan uang dari penjualan.

Contoh Praktis

Harga jual Rp 100.000, HPP Rp 60.000. Margin kotor = (Rp 100rb - Rp 60rb) / Rp 100rb = 40%. Semakin tinggi margin, semakin sehat bisnis.

Break-Even Point

Titik di mana total pendapatan sama dengan total biaya — tidak untung, tidak rugi. Setelah titik ini, setiap penjualan menghasilkan laba.

Contoh Praktis

Biaya tetap Rp 30 juta/bulan, margin kotor 40%. Break-even = Rp 30jt / 40% = Rp 75jt. Anda harus jual minimal Rp 75jt/bulan untuk tidak rugi.

Working Capital (Modal Kerja)

Selisih antara aset lancar dan kewajiban lancar. Menunjukkan kemampuan bisnis memenuhi kewajiban jangka pendek.

Contoh Praktis

Aset lancar Rp 200 juta (kas + piutang + persediaan), kewajiban lancar Rp 120 juta (utang usaha + utang jangka pendek). Modal kerja = Rp 80 juta.

ROI (Return on Investment)

Rasio yang mengukur efisiensi investasi. Rumus: (Laba Bersih / Total Investasi) x 100%. Semakin tinggi ROI, semakin menguntungkan investasi.

Contoh Praktis

Anda investasi Rp 100 juta di mesin baru. Laba tambahan yang dihasilkan Rp 25 juta. ROI = 25%. Artinya setiap Rp 1 yang diinvestasikan menghasilkan Rp 0,25.

AP/AR Aging

Laporan yang mengelompokkan utang usaha (AP) atau piutang usaha (AR) berdasarkan umurnya: 0-30 hari, 31-60 hari, 61-90 hari, >90 hari. Membantu identifikasi masalah pembayaran.

Contoh Praktis

AR Aging menunjukkan Rp 50 juta piutang > 90 hari. Artinya ada pelanggan yang sudah lebih dari 3 bulan belum bayar — perlu ditagih segera.

Forecasting

Proyeksi pendapatan, biaya, dan arus kas di masa depan berdasarkan data historis dan tren. Membantu perencanaan bisnis dan pengambilan keputusan.

Contoh Praktis

Berdasarkan penjualan 6 bulan terakhir, Anda memproyeksikan penjualan Q4 akan naik 15% karena musim liburan. Anda menambah stok dari sekarang.

Pertanyaan Umum

Apa itu akuntansi dan mengapa penting untuk bisnis?

Akuntansi adalah proses mencatat semua transaksi keuangan bisnis. Tanpa akuntansi, Anda tidak tahu apakah bisnis benar-benar untung, berapa utang yang harus dibayar, atau kapan harus bayar pajak.

Apa bedanya laba rugi dan arus kas?

Laba rugi menunjukkan pendapatan dikurangi beban (termasuk yang belum dibayar). Arus kas menunjukkan uang riil yang masuk dan keluar. Bisa untung di laba rugi tapi kehabisan kas jika pelanggan belum bayar.

Apa itu PPh 21 dan siapa yang membayar?

PPh 21 adalah pajak penghasilan yang dipotong dari gaji karyawan oleh perusahaan. Perusahaan memotongnya setiap bulan dan menyetorkannya ke negara. Karyawan menerima gaji bersih setelah dipotong PPh 21.

Berapa tarif PPN di Indonesia saat ini?

Tarif PPN umum saat ini adalah 11% (berlaku sejak April 2022). Rencananya akan naik menjadi 12% sesuai UU HPP, tapi implementasinya ditunda.

Apa itu BPJS dan wajibkah untuk karyawan?

BPJS adalah program jaminan sosial wajib. BPJS Kesehatan untuk jaminan kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan untuk jaminan hari tua, kecelakaan kerja, dan pensiun. Semua pemberi kerja wajib mendaftarkan karyawannya.

Istilah yang Anda Cari Tidak Ada?

Hubungi kami dan kami akan menambahkannya. Kami juga bisa menjelaskan bagaimana DIXI membantu mengelola setiap aspek keuangan di atas.

Hubungi Kami